Senin, 17 Oktober 2016

Nabi Muhammad saw adalah Idolaku

Mencintai Nabi saw merupakan kewajiban bagi setiap Muslim. Semuanya mengakui dan ingin mencintai beliau saw. untuk membuktikannya, diperlukan bukti dan tanda. Diantara bukti dan tanda ialah sebagai berikut:

1. Mencontoh dan menjalankan sunnah beliau saw

Seseorang yang benar mencintai Rasulullah ialah yang mengikuti Rasulullah secara lahiriyah dan batiniyah, selalu menyesuaikan perkataan dan pernuatannya den sunnah Rasulullah saw. Dijelaskan oleh Rasulullah saw dalam hadist Anas bin Malik, beliau berkata:

Rasulullah saw bersabda " Wahai anakku! Jika kamu mampu pada pagi sampai sore hari di hatimu tidak ada sifat khianat pada seorangpun, maka perbuatlah", kemudian Rasulullah saw berkata lagi kepadaku "Wahai anakku! Itu termasuk sunnahku. Dan barangsiapa yang menghidupkan sunnahku, maka ia telah mencintaiku. Dan barangsiapa yang telah mencintaiku, maka aku bersamanya di surga'.(HR. Tirmidzi)

Orang yang mrncintai Rasulullah saw diwujudkan dengan semangat berpegang teguh dan menghidupkan sunnah. Yakni mengamalkan sunnahnya, melaksanakan perintah dan menjauhi larangannya, mendahulukan itu semua dari hawa nafsunya.

Allah SWT berfirman:
2. Banyak mengingatnya dan menyebutnya

Karena orang yang mencintai sesuatu, tentu akan banyak mengingat dan menyebutnya. Ini menjadi sebab tumbuh dan bersinambunganya kecintaan. Yang dimaksud banyak mengingat dan menyebut beliau saw, tentunya dalam hal yang disyariatkan. Diantaranya:

Dari Abu Hurairah ra berkata Rasulullah saw bersabda "Demi Dzat yang jiwaku berada di dalam genggaman-Nya, kalian tidak alan masuk surga sebelum kalian beriman. Kalian tidak akan beriman sebelum kalian saling mencintai. Tidakkah aku tunjukkan kepada kalian mengenai sesuatu yang ketika kalian melakukannya, maka kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian! (HR. Muslim no.54)  

Diantara yang disyariatkan dalam aktifitas kita dengan menyampaikan shalawat dan salam kepada beliau saw, untuk mengamalkan firman Allah.

3. Mencintai di atas segalanya
Rasulullah bersabda : “man ahabba syai’an katsura dzikruhu” Saat orang sedang jatuh cinta lebih cenderung selalu mengingat dan menyebut nama orang yang dicintainya. “Man ahabba syai’an fa huwa `abduhu” Orang tersebut juga bisa diperbudak oleh rasa cintanya. Nabi juga mengatakan bahwa ada 3 ciri cinta sejati:
1. lebih suka berbicara / berbincang dengan yang dicintainya
2. lebih suka berkumpul / dekat dengan yang dicintainya
3. lebih suka mengikuti kemauan / memberi yang diinginkan oleh yang dicintainya

Bagi orang yang telah jatuh cinta kepada Allah SWT, maka ia lebih suka berbicara dengan Allah SWT, dengan membaca firman-Nya, lebih suka bercengkarama dengan Allah SWT dalam i'tikaf, dan lebih suka mengikuti perintah Allah SWT daripada perintah yang lain. Dalam Al-quran cinta memiliki 8 pengertian berikut ini penjelasannya:

1. Cinta Mawaddah adalah jenis cinta menggebu-gebu, membara, dan "mengemis". Orang yang memiliki cinta jenis ini, maunya selalu berdua, enggan berpisah, dan selalu ingin memuaskan dahaga cintanya.

2. Cinta Rahmah adalah cinta yang penuh kasih sayang, lembut, siap berkorban, dan siap melindungi. Orang yang memiliki cinta rahmah ini akan lebih memperhatikan orang yang dicintainya dibanding dirinya sendiri.

3. Cinta Mail adalah jenis cinta yang untuk sementara sangat membara, sehingga menyedot seluruh perhatian hingga hal-hal lain cenderung kurang diperhatikan. Cinta jenis mail ini dalam Al-quran disebut dalam konteks poligami.

4. Cinta Syaghaf, adalah cinta yang sangat mendalam, alami, orisinil, dan memabukkan. Orang yang terserang cinta jenis ini bisa seperti orang gila, lupa diri, dan hampir-hampir tak menyadari apa yang dilakukan.

5. Cinta Ra'fah,adalah rasa kasih yang mendalam hingga mengalahkan norma norma kebenaran, misalnya kasihan kepada anak mebelanya meskipun salah.

6. Cinta Shobwah, yaitu cinta buta, cinta yang mendorong perilaku menyimpang tanpa sanggup mengelak. Al-quran menyebut hal ini ketika mengisahkan bagaiman Nabi Yusuf berdoa agar dipisahkan dengan Zulaiha yang setiap hari menggodanya(mohon dimasukkan ke penjara), sebab jika tidak, lama kelamaan Nabi Yusuf tergelincir juga dalam perbuatan bodoh.

7. Cinta Syauq, hal ini bukan dari Al-quran tetapi dari hadist yang menafsirkan Al-quran. dalam surat Al-Ankabut ayat 5 dikatakan bahwa barangsiapa yang rindu berjumpa dengan Allah pasti waktunya akan tiba.

8. Cinta Kulfah, yakni perasaan cinta yang disertai kesadaran mendidik kepada hal-hal yang positif meskipun sulit, seperti orang tua yang menyuruh anaknya menyapu, membersihkan kamarnya sendiri, meski ada pembantu. Jenis cinta ini disebut Al-quran ketika menyatakan bahwa Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya,(QS.2:286)

4. Jangan menyakitinya

Allah SWT berfirman;
Artinya :"Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya. Allah akan melaknatnya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan".(QS. Al-Ahzab (33):57)

Menyakiti Rasulullah saw merupakan bagian dari sifat kemunafikan, dan pelakunya dihukum keluar dari Islam. Begitu pula menentang Rasulullah saw; Sesungguhnya ini adalah perbuatan haram yang harus dijauhi seorang Mukmin.
Bahkan penentangan seseorang terhadap Rasulullah saw bisa menjatuhkan dirinya kedalam kekufuran. Allah SWT berfirman;


Artinya:"Tidakkah mereka (orang-orang munafik itu) mengetahui bahwasanya barangsiapa menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya neraka jahnnamlah baginya, mereka kekal didalamnya. Itu adalah kehinaan besar". (QS. At-Taubah (9):63)

 Artinya:"Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api nerka sedang ia kekal di dalamnya, dan baginya siksa yang menghinakan". (QS. An-Nisaa (4):14)
 

This Is The Oldest Page


EmoticonEmoticon